Suku Bunga BI Naik-Turun, Masyarakat Rasakan Dampaknya

News3 Views
banner 468x60

MEDAN – Kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) sering terdengar seperti persoalan ekonomi yang jauh dari kehidupan masyarakat. Padahal, keputusan tersebut dapat memengaruhi cicilan, kredit usaha, tabungan, investasi, hingga daya beli masyarakat. Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah, termasuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar. Perubahan BI-Rate juga menjadi salah satu instrumen untuk memengaruhi aktivitas ekonomi dan kondisi keuangan.

“Menurut saya, kebijakan suku bunga tidak boleh hanya dilihat dari angka inflasi atau nilai Rupiah. Yang paling penting adalah bagaimana dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Fahmi, Sabtu (15/8/2026) siang.

banner 336x280

Ketika suku bunga tinggi, masyarakat dan pelaku UMKM yang membutuhkan kredit dapat menghadapi biaya pembiayaan yang lebih besar. Kondisi tersebut bisa membuat masyarakat menunda konsumsi dan pelaku usaha menunda ekspansi. Di sisi lain, kebijakan suku bunga yang terlalu longgar juga memiliki risiko. Permintaan yang meningkat terlalu cepat dapat memberikan tekanan terhadap inflasi dan nilai tukar.

Karena itu, Bank Indonesia menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter harus mampu menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memberikan ruang bagi sektor usaha untuk berkembang. “Jangan sampai stabilitas ekonomi hanya terlihat bagus di atas kertas, tetapi masyarakat kecil dan UMKM justru semakin sulit mendapatkan akses pembiayaan,” tegas Fahmi.

Dampaknya sangat nyata. Pedagang membutuhkan modal, UMKM membutuhkan kredit untuk berkembang, masyarakat membutuhkan pembiayaan untuk rumah dan kendaraan, sementara seluruh masyarakat membutuhkan harga kebutuhan pokok yang tetap terjangkau. Menurut Fahmi, keberhasilan kebijakan moneter seharusnya tidak hanya diukur dari stabilnya inflasi dan nilai tukar, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan daya beli serta berkembangnya sektor usaha.

“Bank Indonesia perlu terus menjaga keseimbangan antara menjaga Rupiah tetap stabil dan memastikan kebijakan moneter tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” cetus Fahmi.

Pada akhirnya, ekonomi moneter bukan hanya tentang suku bunga, inflasi, dan nilai tukar. Kebijakan tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, kebijakan moneter yang baik adalah kebijakan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus menciptakan ruang bagi masyarakat dan dunia usaha untuk tumbuh.

Penulis: Fahmi Al Azni Mahasiswa UTND, Prodi Ekonomi Pembangunan

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *